Jumat, 16 April 2010
Oliver Kahn (lahir di Karlsruhe, Jerman, 15 Juni 1969; umur 40 tahun) adalah penjaga gawang Jerman yang bertinggi badan 188 cm dan 86 kali memperkuat negaranya. Ia bermain untuk negaranya (sejak 1995) dan klub Bayern Munich (sejak 1994) dan 429 kali tampil untuk klub tersebut. Dia berjuluk King Kahn atau Kahn, the Titan karena cara bermain sepak bolanya.
Ia juga berpartisipasi di Euro 1996, Euro 2000, dan Euro 2004 serta di Piala Dunia 1994, Piala Dunia 1998, Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2006. Pada Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2006 ia bukan menjadi kiper utama tapi hanya sebagai kiper pilihan kedua skuad negaranya.
Oliver Kahn merupakan salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola di Jerman dan dunia. Ia merupakan kiper yang sangat tangguh, memiliki daya juang yang tinggi dan kepemimpinan yang tegas. Terbukti ia mampu menyabet gelar kiper terbaik dunia versi IFFHS pada tahun 1999, 2000, dan 2002, serta menjadi kapten di Timnas Jerman (2001-2004) dan Bayern Munich (2002-2008).
KARIR KLUB:
1987-1994 Karlsruhe 128 (0)
1994-2008 Bayern Muenchen 429 (0)
KARIR TIM NASIONAL:
1995-2006 Jerman 86 (0)
sumber: http://id.wikipedia.org
Label: Legenda
Kamis, 01 April 2010
Di usianya yang ke-17, Pele memulai debut di Piala Dunia Swedia 1958. Dalam ajang yang sama juga Brasil untuk pertama kalinya berhasil merebut gelar Piala Dunia. Pele menjadi pemain termuda yang mampu menjaringkan 6 gol dalam ajang Piala Dunia. Pele menjaringkan gol kemenangan saat melawan Wales, mencetak hattrick saat melawan Perancis di semifinal dan mencetak dua gol lagi saat Brasil membungkam tuan rumah Swedia 5-2 di final.
Cedera serius yang dialami saat bermain di partai pembuka melawan Meksiko membuat Pele harus puas menyaksikan kejayaan rekan-rekan setimnya saat keluar sebagai juara di Piala Dunia 1962. Menjadi bintang besar dan dianggap sebagai pemain berbahaya di dunia membuat gerak-gerik Pele selalu diawasi oleh setiap lawannya. Cedera serupa juga dialami Pele saat tampil di Piala Dunia 1966. Ironisnya tanpa kehadiran Pele, saat itu Brasil mengalami nasib tragis karena harus tersingkir di babak awal.
Pele harus menunggu sampai Piala Dunia 1970 diselenggarakan. Saat itu obsesinya untuk membawa Brasil memboyong tropi Jules Rimet untuk selamanya akhirnya menjadi kenyataan. Bersama Jairzinho, Tostao, Rivelino, dan Carlos Alberto, Pele sukses menjadi pemain pertama yang mampu merasakan tiga kali menjadi juara dunia. Dalam partai final pada Piala dunia 1970 itu juga Pele mampu melengkapi rekor gol ke-100 yang dijaringkan Brasil selama mengikuti Piala Dunia. Usai partai final Piala Dunia 1970 harian terkemuka Sunday Times dalam headline-nya mengangkat judul : “Bagaimana anda mengeja Pele? G-O-D (T-U-H-A-N/red)”.
Sepanjang kariernya sebagai pemain, Pele telah 92 memperkuat Brasil dalam partai internasional dengan koleksi 77 gol. Prestasinya di klub bersama Santos di Liga Brasil (1956-1974) maupun bersama New York Cosmo di Liga Amerika (1975-1977) juga sangat spektakuler. Bersama Santos, Pele 11 kali menjuarai kompetisi Sao Paulo, 6 kali juara Piala Brasil, 2 kali juara Copa Libertadores serta 11 kali menjadi topskor di kompetisi Sao Paulo. Secara keseluruhan Pele telah mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan. Bahkan setiap tanggal 19 November para pendukung Santos merayakan “Pele Day” atau “Hari-nya Pele” untuk mengenang gol ke-1000 yang dicetak Pele di Stadion Maracana. Sejak memutuskan pensiun dari sepakbola, Pele yang kini menjabat sebagai duta besar keliling Brasil sering menjadi duta untuk mempromosikan negaranya. Dia juga menjadi duta untuk badan dunia PBB dan UNICEF adalah satu-satunya pemain yang merasakan tiga kali mengangkat tropi Piala Dunia, pemain paling jenuis yang pernah terlahir di muka bumi. dijuluki sebagai pesepakbola paling sempurna. Setiap kali “Selecao” bermain cantik, orang pasti mengidentikannya dengan kehadiran si pemilik No. 10.
sumber: http://kolom-biografi.blogspot.com/
Label: Legenda
Rabu, 31 Maret 2010
Tempat Lahir : Cheb, Czechoslovakia
Tanggal Lahir : 30-Agust-72
Kebangsaan : Czech Republic
Posisi : Gelandang serang
Bermain di Klub : Juventus
Nedved mulai menjadi pusat perhatian di kala penampilannya bersama tim nasional Ceko di Piala Eropa 1996, di mana saat itu timnya berhasil masuk final meski akhirnya kalah melawan Jerman. Setelah ajang tersebut akhirnya Nedved memutuskan pindah dari Sparta Prague ke Lazio, meski sebelumnya sudah setuju pindah ke PSV. Bersama Lazio, Nedved mempersembahkan gelar Coppa Italia 1997/98 dan Piala Winners 1999.
Nedved akhirnya pindah ke Juventus pada tahun 2001 dengan transfer sebesar 41 juta Euro, sebagai pengganti dari Zinedine Zidane yang dijual ke Real Madrid pada saat yang sama. Nedved akhirnya berhasil membuktikan dirinya mampu menggantikan Zidane sebagai playmaker bagi Juventus. Bersama Juventus, Nedved menjadi bagian utama Juventus dalam memenangkan scudetto di musim 2001/02, 2002/03, 2004/05 dan 2005/06.
Nedved akhirnya memutuskan pensiun dari sepak bola pada 31 Mei 2009, dengan pertandingan terakhirnya melawan Lazio dan dimenangkan oleh Juventus 2-0. Di balik keputusan pensiunnya, tersembul kekecewaan Nedved karena Juventus hanya menawari perpanjangan kontrak dengan sistem hanya dibayar setiap pertandingan yang diikutinya.
sumber: www.m.bola.net
Label: Legenda

BIODATA
Nama lengkap: Ruud Dil Gullit
Tanggal lahir: 1 September 1962 (umur 47)
Tempat lahir: Amsterdam, Belanda
Tinggi: 1.86 m (6 ft 1 in)
Posisi bermain: Bek/Gelandang/Striker
TENTANG GULLIT
Ruud Gullit, yang sebenarnya bernama Ruud Dil, lahir di Amsterdam sebagai anak di luar nikah dari seorang Suriname bernama George Gullit dan wanita asli Amsterdam bernama Ria Dil. George Gullit berhijrah dari Suriname pada tahun 1958 dengan istri dan ketiga anaknya. Ria Dil adalah wanita simpanannya. Mudah dicirikan karena memiliki gaya main yang begitu keras, berbadan besar, dengan tendangan yang sangat akurat, serta ciri khasnya, rambut gimbal yang unik. Sekarang Gullit menjabat sebagai pelatih salah satu klub di amerika , Los Angeles Galaxy.
Label: Legenda
Nama: Franco Baresi
Tanggal Lahir: 8 May 1960
Tempat Lahir: Travagliato (Brescia), Italia
Tinggi: 176 m
Posisi: Sweeper
PRESTASI
AC Milan:
European Cup: 1989, 1990, 1994 (now called: UEFA Champions League).
Intercontinental Cup: 1989, 1990.
European Supercup: 1989, 1990,1994.
Italian Championship:1979, 1988, 1992, 1993, 1994, 1996.
Italian Super Cup: 1988, 1992, 1993, 1994.
Mitropa Cup: 1982
STATISTIK
1977/78 AC Milan..............01 / 00
1978/79 AC Milan..............27 / 00
1979/80 AC Milan..............27 / 00
1980/81 AC Milan..............27 / 00
1981/82 AC Milan..............29 / 02
1982/83 AC Milan..............31 / 04
1983/84 AC Milan..............34 / 03
1984/85 AC Milan..............29 / 00
1985/86 AC Milan..............28 / 00
1986/87 AC Milan..............25 / 02
1987/88 AC Milan..............26 / 01
1988/89 AC Milan..............23 / 02
1989/90 AC Milan..............28 / 01
1990/91 AC Milan..............26 / 00
1991/92 AC Milan..............27 / 00
1992/93 AC Milan..............14 / 00
1993/94 AC Milan..............27 / 00
1994/95 AC Milan..............30 / 00
1995/96 AC Milan..............13 / 01
1996/97 AC Milan..............13 / 00
ket: klub dan jumlah pertandingan/gol
KARIR
Klub
Baresi adalah pemimpin tim dan pertahanan terbaik dalam satu dekade; suatu masa di mana pertahanan Milan dianggap oleh banyak pengamat untuk menjadi salah satu yang terbaik merangkak kembali dalam sejarah sepak bola, yang terdiri dari Baresi, Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ia juga merupakan salah satu dari sedikit pemain yang menghabiskan seluruh karirnya di satu klub, Milan, dimana dia bermain 629 pertandingan, mencetak 31 gol.
Baresi pensiun dari bermain pada tahun 1997 berusia 37. Dengan Milan, Baresi memenangkan enam scudetto (Seri A) dan tiga Piala Eropa. Dia membimbing mitranya Paolo Maldini selama bertahun-tahun, yang akhirnya Maldini menjadi ikon baru milan beberapa tahun selanjutnya. Dengan jasanya di milan nomor punggung 6 miliknya pun dipensiunkan oleh klub, jarang untuk sepak bola Italia.
Internasional
Baresi bermain dalam dua Piala Dunia untuk Italia. Baresi menjadi bagian dari skuad Piala Dunia 1982 di Spanyol saat dia berusia 22 tahun sebagai pengganti bek besar lainnya, Gaetano Scirea, tapi tidak bermain, seperti di Kejuaraan Sepak Bola Eropa 1980, di mana ia dipanggil bersama saudaranya Giuseppe.
Debut internasional datang belakangan tahun itu di pertandingan melawan Rumania. Dia juga merindukan turnamen tahun 1986 dan membuat debut di Piala Dunia 1990 ketika Italia adalah tuan rumah. The Azzurri kalah dari Argentina di semi final, tetapi terus untuk mengalahkan Inggris di tempat ketiga.
Dia agak beruntung telah bermain pada saat Scirea masih aktif dalam Tim Nasional Italia. Keduanya adalah bek kelas dunia dan legenda dalam permainan. Dalam Piala Dunia 1994 ia selangkah lebih dekat untuk mengangkat piala, tapi kalah dari Brasil di final. Dia merindukan penalti pertama dalam tembak-menembak setelah 0-0 full time dan perpanjangan waktu skor. Sampai saat ini, ia adalah seorang pahlawan: ia melewatkan empat pertandingan setelah cedera dalam pertandingan Italia melawan Norwegia. Ia menjalani operasi darurat dan kembali ke kapten tim tiga minggu kemudian. Di final, dia membuat para barisan penyerang Brazil kesulitan. Romário menjadi bukti dari ketangguhan Baresi, dia mengatakan bahwa Baresi adalah bek paling "kejam" buat para striker.
Label: Legenda
Nama: Paolo Maldini
Tanggal Lahir: 26-6-68
Palce of Birth : Milan
Tinggi: 1.87 m.
Berat: 85kg
Posisi : Defender/Leftback
Nomor: 3
Zodiac: Cancer
Club : AC Milan (Abadi)
Website : www.maldini.com
Debut club : January 20, 1985 versus Udinese (drew 1-1)
Debut internasional : March 31, 1988 versus Yugoslavia (drew 1-1).
Jumlah penampilan [Italy] : 126
INFORMASI PRIBADI
Actor Favorit: Bruce Wills
Actress Favorit: Jodie Foster
Film Favorit : "Silence of the Lambs"
Penyanyi Favorit : Eros Ramazzotti and Will Smith
Pemain Idola : Roberto Bettega
Mobil : OPEL
Olahraga lain selain sepakbola: Tennis
PRESTASI
4 Italian Champion, 1988, 1992, 1993, 1994
3 Uefa Cup, 1989, 1990, 1994.
3 UEFA Supercup, 1989, 1990, 1995.
2 World Club Cup: 1989, 1990.
World Soccer's World Player of the Year: 1994.
World Cup [2nd place and 3rd place]
European Cup [2nd place]
TENTANG MALDINI
Dalam segala hal Paolo Maldini layak manjadi legenda seperti Franco Baresi. Dia tidak pernah meninggalkan AC Milan selama karirnya dan menjadi kapten tim, pemain ini adalah bakat alam yang diberkahi dengan kemampuan teknis sangat baik dan kualitas fisik yang prima. Maldini adalah milanisti sejati dan ayahnya Cesare merupakan pelatih dari Tim Nasional Italia dan sangat sukses menjadi kapten AC Milan di tahun enam puluhan. Memulai debut dari "Junior", ketika itu ia berusia 16 tahun, ia diturukan ke lapangan oleh Liedholm di Udine dan sejak saat itu, ia menjadi unsur yang sangat diperlukan merah-hitam di line-up. Sebagai seorang bek kiri, ia terampil dan kuat, sebagai bek tengah, Paolo merupakan tembok yang sulit ditaklukkan, Maldini juga sangat efektif maju dan pergerakannya kadang tak terduga ketika ia menyelinap di sisi kiri. Berkat kelas yang paling mumpuni, Maldini segera memulai debut di Tim Nasional. Hampir 19 tahun dan ia di panggil ke lapangan untuk pertandingan pertamanya: 31 Maret 1988, Yugoslavia - Italia 1-1. Sebagai seorang pemain dari Tim Nasional, ia termasuk dalam urutan pertama di Italia '90 dan menempati posisi kedua di USA '94. Maldini, menjadi kapten Tim Nasional pada tahun 2002, dengan 81 caps peringkat ketiga dalam daftar khusus terbaik para pemain Tim Nasional. Tahun 2009 akhirnya ia memutuskan pensiun dari sepakbola. Hingga kini nomor punggungnya di AC Milan nomor 3 belum bertuan, dan sepertinya milan tidak akan memberikan nomor 3 itu kepada siapapun karena sudah banyak sekali jasa Maldini bagi milan.
Label: Legenda
Jumat, 26 Maret 2010
Marco Marcel Van Basten adalah striker Belanda yang menemukan ketenaran di berbagai klub internasional. Beliau lahir pada tanggal 31 Oktober 1964 di Utrecht, Belanda. Dia memulai karier bermainnya untuk tim lokal pada usia tujuh tahun. Setelah satu tahun ia pindah ke klub yang lebih besar, UVV Utrecht, di mana ia tinggal selama hampir satu dekade.Pada usia tujuh belas tahun karir profesionalnya dimulai, sebagai pemain Ajax (salah satu klub yang paling produktif di Belanda). Keberhasilannya sangat cepat dan ia segera mulai mendapatkan pujian dan mencetak gol untuk tim nasional. Dia menikmati status di beberapa klub internasional lainnya sebelum kariernya dipotong pendek karena cedera. Marco van Basten sekarang mengelola tim nasional Belanda, meskipun ada laporan bahwa ia mungkin cocok untuk mengambil alih posisi manajerial di Chelsea. Dia memimpin tim Belanda sehingga berhasil di kualifikasi untuk Kejuaraan Eropa 2008, dengan satu pertandingan tersisa.
KARIR
Van Basten membuat debut profesional pada 3 April 1982, dia mencetak gol untuk Ajax melawan NEC Nijmegen, yang masuk menggantikan Cruyff. Ia mencetak sembilan gol di musim pertamanya, kendati bermain hanya 20 game karena persaingan ketat untuk memulai posisi. Out-transfer akan memberi jalan bagi Van Basten untuk bermain lebih sering, walaupun selama empat musim ia mencetak 117 gol di 112 pertandingan. Puncaknya menjalankan adalah musim 1985/86 ketika ia dianugerahi Penghargaan Sepatu Emas Eropa. Dia mencetak 151 gol yang mengesankan di 172 pertandingan untuk Ajax dan membantu mereka untuk kemenangan di Piala Winners.
Pada tahun 1987 ia dipindahkan ke AC Milan, di mana ia dianugerahi Pemain Sepakbola Terbaik Eropa Tahun di musim 1988/89. Musim pertamanya dengan Milan tidak sesukses waktu di Ajax. Dia hanya bermain 9 permainan karena cedera pergelangan kaki yang akan kembali untuk mengakhiri karirnya. Di musim 1990/91 dia juga menunjukkan grafik menurun di tim nasional Belanda di Piala Dunia dan dilarang bermain untuk Milan dari Kompetisi Eropa selama satu tahun, setelah dia menolak untuk bermain di semi-final tahun 1991 karena masalah lampu sorot.
1992 merupakan tahun ketika Marco kembali ke bentuk permainannya di Milan, dengan dianugerahi gelar Capocannoniere (untuk mencetak 31 gol dalam 25 pertandingan) untuk kedua kalinya dan Milan memenangkan liga Italia. Keberhasilan ini sayangnya tidak tercermin dalam kinerja tim nasional. Namun, ini tidak menghalangi van Basten, yang mencetak gol demi gol di Liga Champions, dia pun akhirnya dianugerahi Golden Ball Award untuk ketiga kalinya dan diberi nama Pemain Terbaik Dunia FIFA .
Sayangnya, cedera Marco kembali dan setelah operasi keempat pada tahun 1993, ia memainkan pertandingan liga terakhir untuk AC Milan. Jelas bahwa ia tidak lagi pemain yang sama seperti sebelum cedera dulu dan Milan kehilangan final Liga Champions setelah di taklukkan Marseille 1-0. Marco Van Basten berjuang terus sampai ia dipaksa untuk pensiun pada 18 Agustus 1995. Setelah meninggalkan Milan, van Basten menyatakan bahwa ia tidak tertarik dalam karir manajerial. Namun, ia menerima peran asisten Ajax tim kedua pada tahun 2003. Setahun kemudian, ia diangkat sebagai manajer tim Belanda nasional. Marco mengadopsi sikap keras sebagai manajer, mengeluarkan beberapa pemain terkenal yang tidak produktif lagi menurutnya. Ia juga menunjukkan minat besar untuk mencari pemain dari luar tiga tim teratas Belanda, juga membuat Salomon Kalou berpindah kewarganegaraan menjadi Belanda pada tahun 2005. Namun, Kalou akhirnya mengambil posisi dalam tim Pantai Gading.
Waktunya sebagai manajer bukan tanpa kritik, khususnya ketika dia memilih untuk mendepak Ruud van Nistelrooy (yang telah mencetak 28 gol untuk Belanda) di Piala Dunia 2006. Van Nistelrooy kemudian bersumpah tidak akan bermain lagi untuk tim Belanda selama van Basten berada di kursi pelatih. Rupanya sengketa ini diselesaikan Mei 2007, tetapi hubungan terus buruk dengan banyak pemain yang di depaknya ketika menjadi manager Belanda.
Label: Legenda




